Program

Workshop Persiapan Penelitian

28 0 24/06/2020
Administrator
Tidak ada bio

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah Overview Riset-riset Keislaman Kontemporer di Indonesia yang dimulai dari pukul. 08.25 – 10.30 WIB. Acara pada sesi ini dimoderatori oleh Dr. Nina Mariani Noor, dengan dua Pemateri yaitu Prof. Dr. Noorhaidi, M.Phil dan Dr. Saiful Umam. Masing-masing pemateri dibagi dalam dua pembahsan, meliputi Riset-riset UIN Yogyakarta yang diisi oleh Prof. Dr. Noorhaidi, M.Phil dan dan Riset-riset PPIM UIN Jakarta diisi oleh Dr. Saiful Umam.  Sesi kedua yakni diskusi tentang Salafisme: Dogma, Jaringan dan Gerakan, sesi ini di moderatori oleh Dr. Uzair dengan tiga pemateri, sesi ini dimulai 10.15 – 12.40 WIB. Pemateri pertama oleh Dr. Sunarwoto tentang Salafisme dan dogmanya di Indonesia oleh, dilanjutkan oleh Dr. Din Wahid yang menjelaskan tentang Salafisme dan jaringannya pada Institusi Pendidikan di Indonesia dan Dr. Jajang Jahroni tentang Transmisi dan reproduksi pengetahuan kelompok Salafi. Di akhir sesi, audien dipersilahkan untuk bertanya atau memberikan komentar. Sesi ketiga merupakan sesi terakhir di hari pertama workshop, sesi terkait Strategi dan Pengalaman Riset Lapangan dimoderatori oleh Dr. Ahmad Rafiq. Dalam sesi ini ada dua pemateri yaitu Dr. Martin Slama dan Dr. Hilman Latief, sesi ini dimulai pada 13.40 – 15.30. Pemateri pertama  yaitu Dr. Martin Slama menjelaskan Riset Lapangan tentang public piety: metode dan pendekatan dan Dr. Hilman Latief menjelaskan tentang Riset Lapangan tentang literatur keislaman di perguruan tinggi: sharing pengalaman.

Acara workshop persipan penelitian di hari kedua dimulai pada pukul 08.30 WIB. Sesi pertama membahas tentang Literatur Keislaman, dimulai pada 08.30-10.30 yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Rofiq. Pematerinya meliputi Dr. Sunarwoto. Pada sesi ini secara mendalam dibahas tentang Objek riset teks atau literatur  dan Konsep-konsep kunci Islamisme dalam teks atau literatur untuk instrumen penelitian.  Menurut Dr. Ahmad Rofiq, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika meneliti literatur. Meliputi: Tema, Kata kunci (khilafah, wala’), Dan tokoh dan referensi. Hal ini karena dalam konteks Jogja,  Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan yang merupakan penerbit buku digital juga menyatak bahwa control terhadap buku pelajaran khususnya Agama saat ini masih sangat minim. Hal ini semakin menunjukkan pentingnya melihat tiga unsur di atas. Permaslahan yang perlu disoroti juga yakni posisi buku pelajaran PAI, fakta menyebutkan jika buku paket di bawah Diknas tetapi pengelolaannya ada di Kemenag. Sesi Kedua membahas tentangInstrumen Interview, dimulai pada 10.45-12.45 yang diisi oleh Dr. Najib Kailani.  Beiau menyampaikan bahwa akan ada survei sederhana, hal ini untuk mengidentifikasi literatur sekaligus mapping. Hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara yakni kejelasan dari judul buku, judul literatur, dan pengarang. Akan tetapi survei ini tidak sampai pada Persepsi. Total literatur yang harus dikumpukan dan dibeli  yaitu 50 buku, akan bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Untuk mengantisipasi siswa atau mahasiswa mengenal penulis tetapi tidak tahu judul buku, pemikiran dan karya tokoh terkenal yang direproduksi oleh penulis lokal, survey buku terbuka terutama untuk melacak literatur ekstrakulikuler, antisipasi buku yang dikonsumsi dan dibaca. Untuk mendeteksi literatur harus ada nama atau judul buku, menanyakan proses mendapatkannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Survei, apakah ada modul pada kegiatan/halaqah agama yg terintegrasi dengan sekolah/kampus. Dan Untuk melihat pemikiran wanita, diperlukan gender balance dalam survei. Sesi Kedua membahas tentang Instrumen FGD, dimulai pada 13.45-15.45yang diisi oleh Dr. Najib Kailani dan Dr. Nina Mariani Noor. Point yang ingin digali dari interview dan FGD yaitu Tentang bagaima buku sampai ke siswa atau argumentasi pemilihan buku. FGD hanya dilakukan pada murit, sedangkan guru interview.

Komentar (0)

Tidak ada komentar